Ekskavasi Cagar Budaya Lingga Yoni Sumberadi Ungkap Struktur Bangunan Kuno di Bawah Permukaan
Ekskavasi Cagar Budaya Lingga Yoni Sumberadi Ungkap Struktur Bangunan Kuno di Bawah Permukaan
Kebumen, Oktober 2025 — Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Kebumen bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen melaksanakan kegiatan ekskavasi tahap pertama di Situs Cagar Budaya Lingga-Yoni Sumberadi, yang terletak di Dukuh Kemejing, Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen.
Kegiatan ini berlangsung pada 17–21 Oktober 2025 dan menjadi tindak lanjut dari hasil sidang penetapan Cagar Budaya tahun 2024. Tujuan utama ekskavasi tahap awal ini adalah untuk mengungkap dugaan struktur bangunan di sekitar Lingga-Yoni Sumberadi. Proses penggalian menggunakan metode spit dengan kedalaman 20 cm per lapisan dan ukuran kotak ekskavasi 1x1 meter, menyesuaikan kondisi lahan yang berada di area sekolah dasar dan pemukiman warga.
Ekskavasi ini melibatkan kerja sama lintas unsur, mulai dari Tim TACB Kabupaten Kebumen, Bidang Kebudayaan Disparbud, Pemerintah Desa Sumberadi, hingga partisipasi masyarakat lokal. Dukungan juga datang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, yang ikut terlibat dan memberikan dukungan teknis serta saran dalam proses ekskavasi.
Kegiatan dibuka dengan prosesi selamatan bersama masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan penentuan titik ekskavasi utama. Selama penggalian, tim menemukan sejumlah artefak penting seperti fragmen bata merah, keramik putih, fragmen tulang, logam, serta lingga patok berbahan batu andesit. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa di bawah Lingga-Yoni terdapat struktur bata merah yang kemungkinan besar merupakan bagian dari bangunan suci pada masa klasik.
Hasil ekskavasi menunjukkan adanya susunan bata merah yang rapat dan membentuk undakan, serta sejumlah artefak yang menjadi petunjuk aktivitas budaya masa lalu. Salah satu temuan menarik adalah lingga patok berukuran 20x20x45 cm yang ditemukan dalam kondisi utuh di sisi utara situs.
Dari diskusi antara tim TACB, Pemerintah Desa, dan Disparbud Kebumen, disepakati bahwa beberapa kotak ekskavasi akan dibiarkan terbuka sebagai sarana edukasi masyarakat, sekaligus penanda penting keberadaan situs bersejarah di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.
Situs Lingga-Yoni Sumberadi merupakan salah satu peninggalan masa klasik yang mencerminkan jejak religius dan budaya Hindu di wilayah Kebumen. Melalui kegiatan ekskavasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami nilai penting pelestarian cagar budaya sebagai bagian dari identitas sejarah daerah.
“Semoga upaya ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber pengetahuan baru bagi generasi mendatang,” ujar Ketua Tim Ekskavasi TACB, Chusni Ansori.
