Nglamar Mayit
Nglamar Mayit
Tradisi Nglamar Mayit merupakan upacara adat masyarakat Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, yang dilakukan ketika ada keluarga yang memiliki hajat mantu bersamaan dengan adanya warga yang meninggal dunia. Tujuan utama tradisi ini adalah memohon keselamatan bagi keluarga yang berhajat serta mendoakan arwah agar mendapat ampunan dan ketenangan di alam kubur.
Dalam prosesi ini, keluarga yang berhajat mantu membawa sesaji sebagai simbol doa dan penghormatan kepada keluarga yang berduka. Sesaji terdiri atas berbagai ubarampe seperti tumpeng pungkur, kupat lepet, ketan, dlingo bengle, dan janur kuning, yang masing-masing memiliki makna spiritual. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi cerminan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa, seperti rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur.
(Sumber: Heira Febriana, “Kajian Folklor Tradisi Nglamar Mayit di Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen,” Jurnal PBSJ Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2014)
