Wayang Golek Menak dan Sate Ambal Ditetapkan sebagai WBTbI
Wayang Golek Menak dan Sate Ambal Ditetapkan sebagai WBTbI
KEBUMEN – Kabupaten Kebumen kembali menorehkan prestasi dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Dua objek budaya khas Kabupaten Kebumen, yaitu Wayang Golek Menak dan Sate Ambal, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).
Penetapan tersebut merupakan hasil dari Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Termin 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara daring pada 2 September 2026. Dalam sidang tersebut, dilakukan pemaparan dan pembahasan terhadap usulan kedua objek budaya dari Kabupaten Kebumen.
Hasil sidang kemudian diumumkan pada 4 September 2026, dengan Wayang Golek Menak dan Sate Ambal ditetapkan sebagai WBTbI.
Wayang Golek Menak merupakan salah satu seni tradisi yang berkembang di Kabupaten Kebumen. Sebagai bagian dari seni pertunjukan tradisional, Wayang Golek Menak memiliki kekhasan pada bentuk dan karakter wayang, tata busana, cerita, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan seni dan tradisi masyarakat Kebumen yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, Sate Ambal merupakan kuliner khas yang berasal dari Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Sate Ambal memiliki ciri khas berupa bumbu berbahan dasar tempe dengan cita rasa yang menjadi identitas tersendiri. Lebih dari sekadar makanan, Sate Ambal merupakan bagian dari pengetahuan dan tradisi kuliner masyarakat Ambal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Penetapan kedua objek tersebut sebagai WBTbI menjadi bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Kebumen sekaligus memperkuat komitmen dalam melakukan pelindungan, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya.
Dengan ditetapkannya Wayang Golek Menak dan Sate Ambal sebagai WBTbI, Kabupaten Kebumen semakin memperkuat identitas budayanya di tingkat nasional. Momentum ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai, dan turut melestarikan warisan budaya yang dimiliki.
