Grebeg Rolasan Kenoyojayan Meriah, Perpaduan Tradisi Maulid Nabi dan Daya Tarik Budaya
Grebeg Rolasan Kenoyojayan Meriah, Perpaduan Tradisi Maulid Nabi dan Daya Tarik Budaya
KEBUMEN – Suasana meriah mewarnai pelaksanaan Grebeg Rolasan di Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan tradisi rutin tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kenoyojayan.
Grebeg Rolasan menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi dan budaya masyarakat yang hingga kini terus dijaga keberlangsungannya. Selain menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat kebersamaan masyarakat serta menjadi daya tarik budaya bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Drs. Frans Haidar, MPA, Camat Ambal, Forkopimcam Ambal, budayawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Antusiasme masyarakat dan wisatawan terlihat dari ramainya kunjungan ke kawasan Pantai Mliwis dan Desa Wisata Kenoyojayan. Tercatat lebih dari 12 ribu pengunjung hadir pada hari tersebut, menjadikan pelaksanaan Grebeg Rolasan semakin semarak sekaligus menunjukkan besarnya potensi tradisi budaya masyarakat sebagai daya tarik wisata.
Penyerahan Hadiah Festival Kitiran
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan hadiah kepada para pemenang Festival Kitiran 2026, yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 22–25 Agustus 2026 di Pantai Mliwis.
Festival Kitiran yang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni Kategori Tradisional dan Kategori Inovasi. Kehadiran karya-karya kitiran dalam rangkaian kegiatan Grebeg Rolasan semakin memperkuat nuansa budaya dan kreativitas masyarakat di Desa Wisata Kenoyojayan.
Perpaduan antara tradisi Grebeg Rolasan dan Festival Kitiran menunjukkan bahwa budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Tradisi tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga dapat dikemas menjadi atraksi yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan.
Ramainya kunjungan pada pelaksanaan Grebeg Rolasan menjadi gambaran besarnya potensi Desa Wisata Kenoyojayan dan Pantai Mliwis dalam menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam, budaya, tradisi, dan kreativitas masyarakat.
Melalui pelaksanaan Grebeg Rolasan yang terus digelar setiap tahun, diharapkan tradisi masyarakat Desa Kenoyojayan tetap lestari dan semakin dikenal luas, sekaligus mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
