Ambachtsschool Keboemen: Jejak Sekolah Pertukangan di Masa Kolonial yang Kini Menjadi SMP Negeri 7 Kebumen
Ambachtsschool Keboemen: Jejak Sekolah Pertukangan di Masa Kolonial yang Kini Menjadi SMP Negeri 7 Kebumen
Tidak banyak yang tahu bahwa lebih dari seabad lalu, Kebumen pernah memiliki sebuah sekolah kejuruan bernama Ambachtsschool Keboemen. Sekolah ini berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan berperan penting dalam mencetak tenaga pertukangan terampil di bidang kayu, bangunan, dan mebel.
Berdasarkan penelitian Alvina Putri Utami (2024), Ambachtsschool Keboemen didirikan pada 15 Juli 1915 di bawah pengawasan Departement van Onderwijs en Eeredienst (Departemen Pendidikan dan Keagamaan) pemerintah kolonial. Sekolah ini merupakan salah satu dari sedikit lembaga pendidikan kejuruan bumiputra di wilayah Karesidenan Kedu pada awal abad ke-20.
Tujuan utama pendirian sekolah ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil yang dapat mendukung proyek-proyek pembangunan kolonial. Para siswa mempelajari keterampilan praktis seperti pertukangan kayu, batu, serta teknik menggambar bangunan, disertai pelajaran umum seperti berhitung dan menulis. Bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda, disesuaikan dengan kemampuan siswa pada masa itu.
Keberadaan Ambachtsschool turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Banyak lulusan sekolah ini yang bekerja di proyek-proyek pemerintahan, perusahaan Belanda, atau menjadi pengrajin mandiri di bidang meubel dan konstruksi. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan sosial-ekonomi Kebumen di awal abad ke-20.
Menariknya, bangunan Ambachtsschool Keboemen masih berdiri hingga kini. Gedung bersejarah tersebut kini digunakan sebagai SMP Negeri 7 Kebumen, yang berlokasi di pusat kota. Meski telah mengalami beberapa renovasi, jejak arsitektur kolonialnya masih bisa terlihat, menjadi saksi bisu perjalanan panjang pendidikan kejuruan di Kebumen.
