Tari Cepetan Alas
Tari Cepetan Alas
Tari Cepetan Alas merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Kebumen, tepatnya berasal dari Kecamatan Karanggayam. Tarian ini termasuk dalam kategori seni topeng tradisional yang menggabungkan unsur tari, drama, dan ritual. Dalam setiap pertunjukannya, para penari mengenakan berbagai jenis topeng yang melambangkan karakter manusia, hewan, maupun makhluk halus yang disebut Cepet.
Tari Cepetan Alas lahir dari kisah perjuangan masyarakat Karanggayam pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943. Saat itu, masyarakat mengalami masa sulit akibat tekanan ekonomi, penyakit, dan gangguan dari hutan yang dikenal angker, yaitu Alas Curug Bandung. Sebagai bentuk simbolis dari upaya membuka lahan dan mengusir kekuatan jahat, mereka menampilkan tarian dengan topeng—yang kemudian berkembang menjadi kesenian rakyat dengan nilai spiritual dan historis tinggi.
Tarian ini memiliki gerak yang dinamis dan ekspresif, diiringi musik gamelan laras slendro serta irama tabuhan tradisional yang memperkuat suasana dramatik. Dalam perkembangannya, Tari Cepetan Alas tidak hanya dipentaskan dalam upacara adat dan kegiatan masyarakat, tetapi juga dalam berbagai festival dan parade budaya sebagai representasi kekayaan seni tradisional Kebumen.
Kesenian ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia berdasarkan Sertifikat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 0017/F4.KB.04.04/2021 tanggal 7 Desember 2021.
