HARMONI TIGA ZONA : POTENSI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN KEBUMEN
HARMONI TIGA ZONA : POTENSI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN KEBUMEN
Harmoni Tiga Zona: Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kebumen
Terbentang melintasi 26 kecamatan, 449 desa, dan 11 kelurahan, Kabupaten Kebumen menyimpan kekayaan pariwisata dan ekonomi kreatif yang membentang dari perbukitan utara hingga pesisir samudera selatan. Keragaman potensi ini terintegrasi secara harmonis ke dalam tiga kawasan utama yang dikembangkan secara kolaboratif oleh masyarakat bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
1. Gugusan Bukit Utara: Ekowisata dan Kekayaan Geologi Purba
Di dataran tinggi utara, lanskap pegunungan, lembah hijau, dan cagar geologi purba menjadi panggung utama ekowisata berbasis komunitas. Pergerakan wisata di gugusan ini digerakkan oleh 21 Pokdarwis yang tersebar melintasi 6 kecamatan:
Karanggayam (7 Pokdarwis)
Sadang (4 Pokdarwis)
Padureso (3 Pokdarwis)
Sempor (3 Pokdarwis)
Karangsambung (2 Pokdarwis)
Rowokele (2 Pokdarwis)
Kehadiran kelompok-kelompok penggerak ini sukses menyulap keunikan topografi dan kelestarian alam menjadi destinasi wisata alam dan edukasi yang menggerakkan roda ekonomi desa.
2. Kawasan Tengah: Poros Kebudayaan, Sejarah, dan Ekraf
Meliputi 12 kecamatan, Kawasan Tengah hadir sebagai jantung kebudayaan dan peradaban Kebumen. Wilayah ini menawarkan pengalaman pariwisata yang kaya melalui situs bersejarah, makam leluhur, serta kearifan lokal yang masih terjaga. Selain keasrian alamnya, kawasan ini menjadi episentrum industri kreatif dan gastronomi, mulai dari kuliner khas seperti lanting dan sate Ambal hingga kriya batik tulis dan gerabah. Pengembangan pariwisata di wilayah tengah didukung oleh 16 Pokdarwis yang tersebar di 12 kecamatan:
Sruweng (3 Pokdarwis)
Pejagoan (3 Pokdarwis)
Kutowinangun (3 Pokdarwis)
Adimulyo (2 Pokdarwis)
Kebumen (2 Pokdarwis)
Kuwarasan (1 Pokdarwis)
Karanganyar (1 Pokdarwis)
Poncowarno (1 Pokdarwis)
Gombong (0 Pokdarwis)
Alian (0 Pokdarwis)
Prembun (0 Pokdarwis)
Bonorowo (0 Pokdarwis)
Meski beberapa kecamatan belum memiliki Pokdarwis yang terbentuk secara formal, kekayaan situs warisan, kuliner, dan kriya unggulan di kawasan ini tetap menjadi pilar utama dalam melengkapi ekosistem pariwisata daerah.
3. Bentang Pantai Selatan: Pesona Pesisir Berbasis Komunitas
Menghadap langsung ke Samudra Hindia, deretan pantai eksotis dan tebing kars mengular di sepanjang pantai selatan. Pengelolaan wisata pesisir ini diperkuat oleh 21 Pokdarwis yang beraktivitas secara mandiri di 8 kecamatan:
Ayah (5 Pokdarwis)
Buayan (4 Pokdarwis)
Ambal (3 Pokdarwis)
Petanahan (3 Pokdarwis)
Klirong (2 Pokdarwis)
Puring (2 Pokdarwis)
Mirit (1 Pokdarwis)
Buluspesantren (1 Pokdarwis)
Geliat pariwisata pesisir yang dikelola masyarakat lokal ini tidak hanya menjual keindahan alam, melainkan juga menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis desa wisata.
Dengan integrasi antara kekuatan ekowisata utara, warisan budaya kawasan tengah, serta pesona bahari selatan—yang kini diperkuat oleh total 58 Pokdarwis di seluruh pelosok desa dan kelurahan—Kabupaten Kebumen telah bertransformasi menjadi poros destinasi wisata yang mandiri, kaya akan nilai lokal, dan siap bersaing di tingkat nasional.
