Kebumen Jadi Tuan Rumah Pertemuan FK Pokdarwis Jawa Tengah, Perkuat Jejaring Pariwisata Berbasis Masyarakat
Kebumen Jadi Tuan Rumah Pertemuan FK Pokdarwis Jawa Tengah, Perkuat Jejaring Pariwisata Berbasis Masyarakat
Kebumen, 30 Agustus 2026 – Kabupaten Kebumen menjadi tuan rumah Pertemuan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Jawa Tengah yang dilaksanakan pada 29–30 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas perwakilan Pokdarwis dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta para Kepala Dinas Pariwisata atau pejabat yang mewakili dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Pertemuan FK Pokdarwis Jawa Tengah menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan jejaring antarpelaku pariwisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai peluang serta tantangan pengembangan pariwisata di Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu (29/8) dengan registrasi peserta yang bertempat di Kampoeng Etnik, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Selanjutnya, peserta mengikuti sarasehan bertema “Peluang dan Tantangan Pariwisata Tahun 2026/2027” yang dilaksanakan di Aula Kampoeng Etnik.
Sarasehan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Drs. Frans Haidar, M.P.A. Kegiatan tersebut turut dihadiri para Kepala Dinas Pariwisata atau yang mewakili dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah serta perwakilan Pokdarwis se-Jawa Tengah. Melalui sarasehan, peserta berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai perkembangan kepariwisataan di daerah masing-masing, termasuk berbagai peluang yang dapat dikembangkan serta tantangan yang perlu dihadapi dalam pengelolaan destinasi wisata. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Pokdarwis sebagai penggerak masyarakat dalam pengembangan potensi wisata di daerah.
Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah peserta Pertemuan FK Pokdarwis Jawa Tengah bersama Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, yang bertempat di Pendopo Kabumian. Ramah tamah menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para penggerak pariwisata dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Tidak hanya ramah tamah, peserta juga mendapatkan pengalaman menarik pada malam tersebut dengan hadirnya Festival Lampion yang berlangsung pada Sabtu malam (29/8). Kehadiran festival tersebut menjadi bonus tersendiri bagi para peserta, yang berkesempatan menikmati suasana malam di Kebumen sekaligus menyaksikan kemeriahan salah satu agenda atraksi daerah.
Memasuki hari kedua, Minggu (30/8), peserta mengikuti agenda Explore Kebumen untuk mengenal secara langsung berbagai potensi wisata dan produk lokal Kabupaten Kebumen. Kegiatan diawali dengan sarapan bersama dengan menikmati nasi penggel, salah satu kuliner khas Kebumen. Setelah menikmati kuliner khas Kebumen, rombongan memulai perjalanan menuju Pantai Menganti. Para peserta berkesempatan menikmati panorama pesisir selatan Kebumen sekaligus melihat secara langsung salah satu destinasi wisata unggulan yang dikelola dan dikembangkan bersama masyarakat.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pantai Mliwis. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat potensi wisata pesisir Kabupaten Kebumen serta berbagai daya tarik yang dimiliki kawasan selatan Kebumen. Dari Pantai Mliwis, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Agrowisata Sentra Kelengkeng Indonesia (SINKEI). Di lokasi ini, peserta diperkenalkan dengan potensi agrowisata berbasis pertanian, khususnya pengembangan komoditas kelengkeng yang menjadi bagian dari potensi ekonomi dan daya tarik wisata di Kabupaten Kebumen. Rangkaian Explore Kebumen tidak hanya menjadi agenda kunjungan wisata, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan destinasi antarpengelola pariwisata. Para peserta dapat melihat secara langsung berbagai potensi yang dikembangkan di Kebumen dan memperoleh inspirasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Kesan positif juga disampaikan oleh para peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan di Kabupaten Kebumen. Peserta mengapresiasi sambutan dan pelayanan yang diberikan oleh tuan rumah, mulai dari penyediaan konsumsi, pelaksanaan kegiatan, hingga pengalaman mengunjungi berbagai destinasi wisata. Keramahan masyarakat dan pengelola wisata turut memberikan kesan tersendiri bagi peserta selama berada di Kebumen.
Pengalaman peserta semakin lengkap dengan keberagaman potensi yang diperkenalkan selama kegiatan, mulai dari kuliner khas, destinasi wisata pesisir, agrowisata, hingga atraksi daerah. Kehadiran Festival Lampion pada malam pertama juga menjadi pengalaman tambahan yang memberikan kesan positif bagi para peserta. Sambutan hangat dan pelayanan yang diberikan selama kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Selain memperoleh wawasan melalui sarasehan, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai potensi wisata, kuliner, budaya, dan atraksi yang dimiliki Kabupaten Kebumen.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hospitality pariwisata Kebumen, bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan daya tarik destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman, ramah, dan berkesan selama berkunjung. Melalui pertemuan FK Pokdarwis Jawa Tengah ini, diharapkan jejaring Pokdarwis se-Jawa Tengah semakin kuat dan mampu mendorong lahirnya berbagai bentuk kolaborasi, baik dalam pengembangan destinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun promosi pariwisata antardaerah.
