Perkuat Sinergi Pariwisata dan Budaya, Disparbud Kebumen Gelar Forum Perangkat Daerah
Perkuat Sinergi Pariwisata dan Budaya, Disparbud Kebumen Gelar Forum Perangkat Daerah
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah pada Kamis (12/2/2026) di Ruang Rapat Sapta Pesona. Forum ini menjadi bagian penting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Disparbud Tahun 2027. Kegiatan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, perwakilan Bapperida, BPKPD, OPD terkait, DPRD, pengelola obyek wisata, serta unsur komunitas seni dan kebudayaan.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyampaikan gambaran awal arah kebijakan Renja Tahun 2027 yang menitikberatkan pada penguatan daya saing destinasi, peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur pendukung, serta optimalisasi promosi dan kemitraan. Selain itu, Disparbud juga mendorong pengembangan desa wisata, pemberdayaan pelaku seni budaya lokal, serta penguatan ekonomi kreatif agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Dalam arahannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra menegaskan bahwa pariwisata dan kebudayaan merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Pengelolaannya tidak cukup hanya dengan pendekatan birokrasi, namun membutuhkan kreativitas, kolaborasi, dan dukungan masyarakat. Ia juga mendorong agar Disparbud mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD dengan memperkuat positioning budaya, mengembangkan tradisi, kuliner, industri kreatif, hingga potensi story telling atau mitos sebagai daya tarik baru.
Bapperida menyampaikan bahwa berbagai masukan strategis dalam forum ini akan menjadi bagian dari kajian kebudayaan yang dilaksanakan tahun ini, sekaligus bahan sinkronisasi dengan usulan wilayah. Sementara itu BPKPD menekankan bahwa tema pembangunan tahun 2027 menempatkan sektor pariwisata sebagai motor penting pencapaian tujuan daerah. Karena itu, peningkatan PAD melalui penguatan destinasi dan atraksi, termasuk berbasis budaya, perlu menjadi perhatian bersama.
Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan aspirasi. Badan Penyelamat Wisata Tirta menyoroti perlunya standar pengamanan internasional di Goa Petruk, dukungan transportasi, serta fasilitasi bahasa bagi wisatawan. Dewan Kesenian Kebumen berharap pelaku seni lokal mendapat ruang lebih luas dalam event daerah. Adapun Dewan Kebudayaan Daerah meminta keterlibatan aktif dalam pengawalan desa wisata dan desa budaya serta memberikan masukan terkait penguatan identitas kawasan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disparbud menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan wisata tirta, pemberdayaan seniman lokal, serta peningkatan peran generasi muda dalam pelestarian budaya. Keterbatasan infrastruktur dan anggaran diakui menjadi tantangan, namun melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan terhadap program desa wisata, optimisme peningkatan kinerja pariwisata Kebumen tetap terjaga. Hasil forum ini selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan Renja Disparbud Tahun 2027.
