Studi Komparasi Desa Wisata: Penguatan Tata Kelola, Kolaborasi, dan Pemberdayaan UMKM
Studi Komparasi Desa Wisata: Penguatan Tata Kelola, Kolaborasi, dan Pemberdayaan UMKM
Rabu, 26 November 2025 - Kegiatan Studi Komparasi Desa Wisata diawali dengan pemaparan materi dari pengelola Desa Wisata Pekunden. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai profil desa dan tata kelola yang diterapkan. Pekunden dikenal memiliki beragam potensi wisata, seperti Omah Gamelan, Kampung Nopia Mino, agrowisata buah naga, serta berbagai potensi budaya dan ekonomi kreatif lainnya. Pengelola menegaskan bahwa kunci keberhasilan desa wisata terletak pada kolaborasi dan konsistensi, yang membuat Pekunden tetap berkembang meskipun memiliki keterbatasan anggaran.
Setelah materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat makan siang di Balai Desa Pekunden sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah BUMN Purbalingga.
Di Rumah BUMN, peserta mendengarkan pemaparan mengenai program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rumah BUMN merupakan inisiatif Kementerian BUMN yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan negara seperti BRI, Bank Mandiri, dan PLN. Program ini menjadi pusat pelatihan, pendampingan, pemasaran, dan permodalan bagi UMKM di berbagai daerah.
Salah satu praktik baik yang dibagikan adalah keterlibatan pemuda dan pelajar dalam pemasaran produk UMKM melalui live TikTok, yang terbukti mampu memperluas jangkauan pasar. Melalui kegiatan ini, besar harapan peserta dapat memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan desa wisata yang efektif serta strategi pemberdayaan UMKM berbasis teknologi.
