Sarasehan Pewayangan: Tantangan Pelestarian Wayang di Era Digital
Sarasehan Pewayangan: Tantangan Pelestarian Wayang di Era Digital
Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyelenggarakan Sarasehan Pewayangan bertema “Tantangan Pelestarian Wayang di Era Digital” pada Kamis, 6 November 2025, bertempat di Aula Sapta Pesona Disparbud Kebumen. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Wayang Nasional di Kabupaten Kebumen.
Sarasehan menghadirkan dua narasumber, yaitu Latif, S.Sn. dan Dhalang Langgeng Hidayat, S.Sn., dua seniman muda yang aktif dalam dunia pedalangan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian seni tradisional. Acara dipandu oleh Ketua Dewan Kesenian Kebumen sebagai moderator.
Peserta kegiatan terdiri atas Ketua dan Pengurus PEPADI Kebumen, pengurus Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan, serta kepala sekolah, guru, dan dua orang siswa dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK se-Kabupaten Kebumen.
Dalam kegiatan ini, para narasumber membahas berbagai tantangan pelestarian seni wayang di tengah kemajuan teknologi digital. Arus digitalisasi yang begitu cepat mengubah pola konsumsi budaya masyarakat, sehingga seni pewayangan perlu beradaptasi agar tetap dikenal, diminati, dan relevan di kalangan generasi muda.
Melalui diskusi yang interaktif, peserta diajak untuk melihat peluang pemanfaatan teknologi digital seperti media sosial, platform video, serta digitalisasi naskah dan pertunjukan wayang sebagai sarana promosi dan edukasi budaya.
Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran dan kolaborasi lintas generasi dalam menjaga eksistensi wayang sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap seni tradisi di era digital saat ini.
