Pendokumentasian Wayang Golek Menak dan Sate Ambal untuk Usulan Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Pendokumentasian Wayang Golek Menak dan Sate Ambal untuk Usulan Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Kebumen, 22–23 Oktober 2025 — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pendokumentasian Wayang Golek Menak dan penggalian potensi kuliner Sate Ambal sebagai bagian dari upaya pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
Kegiatan pendokumentasian dilaksanakan di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, yang dikenal sebagai pusat pelestarian Wayang Golek Menak sekaligus daerah asal kuliner khas Sate Ambal. Selama dua hari, tim melakukan kegiatan wawancara, observasi, serta pendokumentasian terhadap para pelaku budaya dan maestro kesenian tradisional di wilayah tersebut.
Pada hari pertama (22 Oktober 2025), tim melakukan wawancara dengan para maestro Wayang Golek Menak, yaitu Ibu Sumarni, Bapak Rus, dan Bapak Among Prasetyo yang merupakan pelestari Wayang Golek Menak di Kebumen. Melalui wawancara ini, tim menggali informasi mengenai sejarah, nilai filosofis, bentuk pertunjukan, proses pembuatan hingga upaya pelestarian Wayang Golek Menak yang menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Kebumen.
Masih pada hari yang sama, tim juga melakukan pendokumentasian kuliner khas Sate Ambal dengan narasumber H. Tino, pemilik Restoran Sate Ambal di Ambal. Dalam wawancara tersebut, H. Tino menceritakan sejarah Sate Ambal, kekhasan bumbu tempe yang menjadi ciri utama, serta nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal yang terus dipertahankan hingga kini.
Selanjutnya, pada hari kedua (23 Oktober 2025), dilaksanakan pementasan Wayang Golek Menak di Ambal sebagai bagian dari proses pendokumentasian visual dan audio. Pementasan menampilkan karakter khas serta kisah-kisah bernuansa Islam yang menjadi identitas utama Wayang Golek Menak Kebumen.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian warisan budaya daerah, baik dalam bentuk seni pertunjukan tradisional maupun kuliner khas lokal. Melalui kegiatan pendokumentasian ini, diharapkan Wayang Golek Menak dan Sate Ambal dapat semakin dikenal luas dan memperoleh pengakuan secara nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
